Kamis, 28 April 2011

Senandung Hujan

Awan yang tampak cerah
Kini mulai menjadi kelam
Hujan pun mulai memenuhi ruang hati
Seiring berjalannya waktu
Sang surya pun bersinar
Hingga hati mengering
          Namun semua berbeda
          Langit kelabu gelap
          Udara terasa gerah
          Sebentar kemudian hujan
          Mulanya satu dua dan akhirnya deras
Telapak tangan pun mencekung
Menunggu tetes demi tetesan air
Menyiram ke ujung kaki
Meresap keujung jemari
          Hujan telah mengisi relung hati
          Menyapu kekeringan dan kesedihan
          Meninggalkan tawa dan suka cita
          Seakan tlah lama terkubur dalam