Kini mulai menjadi kelam
Hujan pun mulai memenuhi ruang hati
Seiring berjalannya waktu
Sang surya pun bersinar
Hingga hati mengering
Namun semua berbeda
Langit kelabu gelap
Udara terasa gerah
Sebentar kemudian hujan
Mulanya satu dua dan akhirnya deras
Telapak tangan pun mencekung
Menunggu tetes demi tetesan air
Menyiram ke ujung kaki
Meresap keujung jemari
Hujan telah mengisi relung hati
Menyapu kekeringan dan kesedihan
Meninggalkan tawa dan suka cita
Seakan tlah lama terkubur dalam